Selamat Datang di Blog Wim Kadaryono
Dipuji dan dihina ,… loch kenapa yaaa ???
Ketika mendapat pujian ucapkan terima kasih. Ketika mendapat hinaan , hanya ada dua penyebab,. Memang sudah selayaknya anda dihina ,.. atau mereka salah. Wim Kadaryono
Dinilai berapa sich …?
Kalau adanya hanya baik dan jelek, Nilai 6 sampai dengan 10 adalah baik. Nilai 0 sampai dengan 5 adalah jelek. Tidak jelek dan tidak baik nilainya berapa ? Penilaian tidak semuanya bisa di EKSAK – kan. Penilaian ada kalanya hanya bisa dilihat dari hati. Wim...
Habis manis sepah disimpan ??? ,.. bohong ach.
Habis manis sepah dibuang ini benar ,.. masak sepah harus disimpan ? Meninggalkan kebaikan orang adalah tidak baik. Meninggalkan orang yang tadinya baik adalah baik. Wim Kadaryono,
Graduated bisa un educated.
Lulus pendidikan tinggi , namanya graduated Orang terpelajar, dinamakan educated. Jadi jangan disamakan. Wim Kadaryono
Pandangan pertama, bukan segalanya.
Bunga indah belum tentu wangi, Pandai bicara , belum tentu pandai bekerja, Pandai bekerja , belum tentu pandai mendapatkan upah, Pandai mendapat uang belum tentu pandai menggunakannya, Barang indah belum tentu berguna, Jangan terlalu kagum pada pandangan pertama....
Yang miskin belum tentu butuh bantuan.
Lebih bermanfaat membantu orang yang membutuhkan dari pada membantu orang miskin. Wim Kadaryono
Huuach ,.. Emosi aku .. Emosi.
Tidak usah melayani emosi. Biarkan emosi melayani kamu. Jangan diperintah emosi, Biarlah kamu yang memerintah emosi. Wim Kadaryono
Ada benar menurut kamu, ada benar menurut dia ,.ada benar yang sesungguhnya.
Kalau sedang dibilang benar , periksalah dirimu Kalau sedang dibilang salah , periksalah dirimu, Karena ungkapan sering tidak sama dengan kenyataan. Wim Kadaryono
Berhargakah keluargamu ?
Dimana hartamu disitu hatimu, Hartamu bisa berupa , uang , emas , perak, property dan sejenisnya. Tapi hartamu bisa juga berupa keluargamu. Wim kadaryono
.. Penghiburan ..bagi yang sedang berduka,
Kami berduka karena berpisah dengan engkau dalam kematian , tapi bersuka cita dalam iman karena engkau bersama Tuhan. Wim Kadaryono.
